Febiana Kusuma Ariesta: Masuk Islam Setelah Meragukan Natal Yesus

Febi-Ummu-Zaki_testimoni2Ketika hidayah Ilahi datang tak ada kekuatan apapun yang mampu membendung. Potensi akal, kajian ilmiah dan perenungan yang mendalam, menyampaikannya pada hidayah Ilahi. Mantan guru Sekolah Minggu di gereja ini pun berikrar masuk Islam dan memilih jalan tauhid wal jihad. Dahsyatnya ujian dan musibah datang silih berganti, justru menambah kokohnya iman sang muallaf. Allahu Akbar!!!Tiga puluh tiga tahun silam, Febiana Kusuma Ariesta dilahirkan dalam keluarga besar Kristen fanatik. Kakek dan neneknya adalah aktivis gereja. Bahkan ibunya seorang misionaris yang aktif menginjili hingga ke Nusakambangan.

Dari keluarga aktivis di gereja itulah Febi mengenal Kristen hingga terdidik untuk menjadi aktivis gereja. Semasa kecil, ia beribadah di GPIB Cinere, ketika remaja ia pindah ke Gereja Alfa Omega di Semarang. Pada masa remaja, saat SMA Febi menjadi guru Sekolah Minggu di gereja.

“Opung saya, laki-laki dan perempuan itu semua aktif di gereja. Dari merekalah saya mengenal Kristen dan aktif di gereja. Sejak saat itu saya mulai aktif di kegiatan gereja, saat natal itu ada drama dan paduan suara,” ujarnya

Saat mengikuti drama Natal itulah imannya sedikit demi sedikit mulai goyah. Akal dan hati nuraninya tidak bisa menerima peringatan hari ulang tahun kelahiran Tuhan. Penelitiannya berlanjut ketika ia membaca kisah Natal dalam Alkitab (Bibel).

…Saat mengikuti drama Natal imannya mulai goyah. Akal dan hati nuraninya tak bisa menerima peringatan hari ulang tahun kelahiran Tuhan…

Dalam Injil Lukas pasal 2 diceritakan bahwa pada saat kelahiran Yesus, para penggembala ternak berada di padang Yudea.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam” (Lukas 2:8).

Menurut ilmu meteorologi dan geofisika, keadaan cuaca di Timur Tengah pada tanggal 25 Desember dan sekitarnya, di wilayah Yudea daerah kelahiran Yesus, adalah musim salju yang sangat dingin. Mustahil para penggembala membawa ternaknya ke padang pada malam hari di musim salju yang sangat dingin?

Febi menyimpulkan bahwa Yesus tidak mungkin lahir tanggal 25 Desember karena tidak sesuai dengan situasi kelahiran Yesus yang tercatat dalam Bibel.

“Jadi buat saya ini tidak masuk akal. Sejak saat itu kehidupan saya mulai tidak tenang dan mulai mencari-cari keyakinan yang benar,” jelasnya.

Dalam kegalauan iman, Febi berusaha lebih aktif ke gereja untuk mencari jawaban. Tapi yang ia dapatkan bukan ketenangan, malah merasakan banyak keganjilan.

…Dalam kegalauan iman, semakin aktif ke gereja untuk mencari jawaban, yang ia dapatkan bukan ketenangan, malah merasakan banyak keganjilan…

Sebelum dibabtis Febi mengikuti Katekisasi gereja untuk pendalaman iman. Saat belajar itu Febi makin menemukan banyak pertanyaan dan keraguan yang belum terjawab.

Salah satu doktrin Kristen yang terasa ganjil di benaknya adalah inkarnasi Tuhan menjadi manusia Yesus untuk ditangkap, diolok-olok, disiksa, dicambuk, disesah, diludahi dan disalib hingga tewas mengenaskan di tiang salib (Markus 10:34).

“Ini tidak masuk akal, kok ada Tuhan yang menjelma jadi manusia lalu disiksa dan disalib. Kalau Tuhan itu Maha Pengampun dan penuh Kasih, kenapa tidak dia ampuni saja dosa manusia tanpa prosedur sadis seperti itu?” ujarnya.

Suatu hari Febi diajak keluarganya ke Yogyakarta untuk berziarah rohani di Gua Maria Lourdes. Di situ saya disuruh membaca Doa Bapa Kami: “Bapa kami yang di surga, dipermuliakanlah kiranya nama-Mu.  Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di surga, demikian juga di atas bumi.  Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.  Dan ampunilah kiranya kepada kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.  Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.”

Setelah merenungi Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus di Taman Getsemani dalam Injil Matius 6:9-13 ini, Febi makin ragu terhadap doktrin Trinitas.

“Saya kemudian berpikir, sebenarnya Yesus itu siapa? Kok Yesus mengajarkan berdoa kepada Bapak yang ada di surga, Tuhan itu ada berapa?” kenangnya.

Semakin mendalami Bibel, Febi semakin meragukan doktrin ketuhanan Yesus. Injil Matius 4:1-11 menceritakan bahwa Yesus dibawa Roh ke padang gurun untuk dicobai iblis. Febi semakin meragukan doktrin ketuhanan Yesus. Jika Yesus adalah Tuhan atau penjelmaan Tuhan, mengapa dia bisa dicobai iblis yang jahat? Ini bertentangan dengan Surat Yakobus 1:13, bahwa Tuhan tidak dapat dicobai oleh yang jahat.

…Kalau Yesus itu Tuhan, kok bisa dia dicobai oleh iblis yang Dia ciptakan sendiri. Keyakinan saya bertambah bahwa agama Kristen ini tidak benar…

“Bibel mengisahkan Yesus yang penjelmaan Tuhan itu dicobai iblis. Kalau dia Tuhan kok bisa dia dicobai oleh iblis yang Dia ciptakan sendiri. Itu yang membuat keyakinan saya bertambah bahwa agama Kristen ini tidak benar,” simpulnya.

MENGENAL ISLAM DARI PEMBANTU

Dalam kegalauan, Allah punya rencana lain, menuntun Febi kepada Islam melalui pembantu rumahnya. Suatu hari Febi melihat pembantunya wudhu dan menunaikan shalat dengan mengenakan mukena putih.

“Kamu ngapain?” tanya Febi. “Sedang shalat dan berdoa,” jawab sang pembantu.

“Lalu untuk apa kamu wudhu dulu sebelum shalat?” lanjut Febi. “Karena untuk menghadap Allah Yang Maha Suci kita harus bersih dan suci,” jelasnya.

Rupanya dialog singkat itu sangat berkesan di hati Febi. Penjelasan sang pembantu itu bisa diterima logikanya. “Kalau mau bertemu orang penting seperti bos saja harus rapih dan bersih, masa mau menghadap Tuhan kita tidak bersih?” pikirnya.

Sejak itulah Febi mulai membanding-bandingkan Islam dengan Kristen. Beberapa keunggulan Islam dalam benak Febi waktu itu adalah persamaan semua orang di rumah ibadah. Di masjid tidak ada perbedaan shaf antara orang kaya dan orang miskin. Tidak masalah bila konglomerat maupun pejabat shalat di belakang orang miskin. Sementara hal yang sama tidak pernah terjadi di gereja.

Keistimewaan Islam lainnya, Al-Qur’an biasa dibaca sampai khatam dari surat Al-Fatihah yang pertama sampai ayat terakhir surat An-Nas. Sementara dalam kekristenan tidak ada tradisi membaca secara tuntas dari kitab Kejadian pasal satu sampai kitab Wahyu yang terakhir. “Kalau orang Islam baca Al-Qur’an itu dari awal sampai khatam tapi kalau di Kristen itu bacanya hanya sepenggal-sepenggal,” terangnya.

…Keraguannya terhadap doktrin ketuhanan Yesus mulai terjawab. Dalam sebuah ayat Injil Yesus berterus terang bahwa dirinya adalah nabi utusan Allah…

Umat Islam melaksanakan shalat Jum’at karena ada perintahnya dalam Al-Qur’an. Tapi umat Kristen beribadah pada hari Minggu, padahal dalam 10 Firman Bibel ada perintah menguduskan hari Sabat (Sabtu). “Sepuluh Titah Allah itu kan hal yang harus ditaati, salah satunya adalah diperintahkan agar menguduskan hari Sabat. Tapi kenapa orang Kristen itu ke gerejanya hari Minggu?” paparnya.

Dalam pengembaraan iman itu, keraguan Febi terhadap doktrin ketuhanan Yesus mulai terjawab. Sebuah ayat Injil menjadi kelegaan imannya, di mana Yesus berterus terang bahwa dirinya adalah nabi utusan Allah.

Dalam Injil Yohanes 12:49 Yesus berkata: “Sebab aku berkata-kata bukan dari diriku sendiri, tetapi Bapa yang mengutus aku, Dialah yang memerintahkan aku untuk mengatakan apa yang harus aku katakan dan aku sampaikan.”

“Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa Yesus itu adalah utusan Allah,” ujarnya.

Setamat SMA Febi melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia (FISIP UI). Di awal kuliah, ia tak bisa mememdam kerinduannya untuk memeluk agama yang benar. Pada tahun 1997 ia pun memutuskan untuk hijrah menjadi pemeluk Islam. Secara formalitas, ia mengikrarkan dua kalimat syahadat di sebuah masjid di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur pada tahun 1998.

Setelah masuk Islam, Febi sangat menikmati hidup baru dan ibadahnya, meski masih tinggal satu atap dengan kedua orang tua yang beda akidah. Suatu hari, tanpa sengaja Febi shalat di kamarnya tanpa mengunci pintu. Qadarullah, ketika sedang khusyuk shalat ayahnya masuk kamar. Febi pun disidang oleh keluarga.

…Kalau kamu masuk Islam silakan keluar dari sini. Buat papa tidak masalah kehilangan anak satu, buat papa agama itu prinsip…

“Kalau kamu masuk Islam silakan keluar dari sini. Buat papa tidak masalah kehilangan anak satu, buat papa agama itu prinsip,” ancam sang ayah.

Tak gentar dengan ancaman ayahnya, Febi pun angkat kaki dari rumah tanpa membawa perbekalan apapun. Tak ada bekal pakaian, perhiasan maupun uang yang dibawanya, karena semua ditahan ayahnya. Febi meninggalkan rumah hanya dengan sehelai pakaian yang melekat di badan. Febi memilih pergi kepada kerabat jauh yang beragama Islam.

DIJEBAK MASUK KRISTEN DAN DIPAKSA MAKAN BABI

Setahun kemudian, tepatnya 1999 Febi menikah dengan pria yang diharapkan bisa membimbing dan menjaganya dalam berislam secara kaffah. Celakanya, Febi salah memilih suami yang diidam-idamkan. Sang suami ber-KTP Islam yang menjadi pendamping hidupnya ternyata seorang pemuja kemusyrikan. Amaliah ibadahnya adalah menyembah Nyai Roro Kidul dan hal-hal beraroma mistis lainnya.

Aktivitas kemusyrikan ini pun memicu perceraian Febi dengan suaminya. Febi bercerai dengan suaminya setelah dikaruniai seorang anak: Aufa Jhose Zaqi Nugraha. Untuk menafkahi dan membiayai sekolah anaknya, Febi bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 1,5 tahun di Pekanbaru, lalu menjadi pembantu Restoran di Bogor.

Suatu hari di tahun 2010, Febi mendapat panggilan dari ibunya di Semarang, katanya sedang ada masalah dan minta Febi pulang untuk ikut membantu menyelesaikan masalah. Tanpa pikir panjang, Febi pun meluncur bersama Zaqi ke Semarang memenuhi panggilan ibunya.

…Febi dikelilingi oleh pendeta dan anggota Komsel. Sambil berkomat kamit doa dalam nama Yesus, sang pendeta memegang kepalanya…

Sesampai di rumah, ternyata Febi dijebak untuk dipaksa masuk Kristen lagi. Di sana ia disambut oleh pendeta dan para aktivis Kristen yang tergabung dalam Komunitas Sel (Komsel) gereja. Disaksikan Zaqi, Febi dikelilingi oleh pendeta dan anggota Komsel. Sambil berkomat kamit doa dalam nama Yesus, sang pendeta memegang kepala Febi, sementara jemaat lainnya memegang badannya supaya tidak berontak.

Sang pendeta meneriakkan nama Yesus untuk mengusir roh jahat yang dianggap bersarang dalam diri Febi. Sejurus kemudian ia membisikkan ke telinga Febi dengan setengah memaksa agar mau mengucapkan kalimat untuk menerima Yesus sebagai tuhan dan juruselamat penebus dosa.

Febi yang sudah tidak berdaya melawan tak bisa berbuat banyak. Tapi Allah memberikan karomah sehingga mulutnya terkunci rapat tak bisa berkata sepatah kata pun.

“Itu yang membuat saya heran. Saya yakin itu adalah kuasa Allah. Mulut saya tidak bisa terbuka. Demi Allah waktu itu mulut saya seperti terkunci. Saya waktu itu hanya bisa nangis,” kenangnya.

Seluruh jemaat yang hadir pun tak kehabisan akal. Mereka memaksa Febi makan daging babi sebagai simbol bahwa ia menentang ajaran Islam yang mengharamkan babi. Pada hari itu tak ada menu makanan apapun selain babi.

…Mereka memaksa Febi makan daging babi sebagai simbol bahwa ia menentang ajaran Islam yang mengharamkan babi…

Gagal memaksa Febi, Zaqi pun menjadi sasaran kristenisasi oleh neneknya. Ia diajak berdoa bersama dengan cara menirukan doa neneknya yang misionaris itu. Tapi dengan tegas Zaqi menolaknya. “Oma silakan doa sama Yesus, tapi Zaqi mau berdoa sama Allah saja,” ujarnya polos.

Akhirnya keberanian Febi pun tersulut hingga lahirlah pertengkaran hebat antara Febi dan ibunya. “Mama, saya sayang sama mama tetapi saya lebih sayang sama Allah!” ujar Febi.

Tak mau kalah, karena malu di hadapan jemaat Komsel gereja, sang ibu pun berteriak menghardiknya. “Pergi kau dari sini, kau tidak sayang sama mama dan kau bukan anak mama lagi!” bentaknya.

Usai insiden itu, Febi pindah ke Bogor, menikah dengan seorang ikhwan aktivis Islam. Tinggal di rumah petak yang sangat minimalis, Febi merajut rumah tangga bahagia meski serba kekurangan. Berbagai ujian dan musibah datang silih berganti, namun Febi tetap tegar di jalan tauhid dan jihad.

Betapapun berat ujian yang menimpanya, Febi tak bergeming dari Islam. Tak ada penyesalan apapun hijrah kepada tauhid. “Allah itu Maha Besar. Apa yang menurut manusia tidak bisa terjadi menurut Allah segala hal bisa saja terjadi. Islam itu indah buat saya sekalipun ujiannya berat,” tutupnya.

 

29 Comments on Febiana Kusuma Ariesta: Masuk Islam Setelah Meragukan Natal Yesus

  1. Prayoga Kurniawan // December 23, 2014 at 3:31 am // Reply

    SubhanAllah..! Semoga selalu diberi kekuatan ya ukhti, mudah-mudahan keluarga anda segera mendapat hidayah dari Allah SWT.

  2. Subhanallah… hebat sekali mbak febi ini.
    Semoga selalubdalam lindungan ALLAH.. dan selalu diberkahi oleh ALLAH..

  3. * BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
    * biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut-ikutan kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin dan dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala dan atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel dan ribet banget to mas…
    * Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
    * Dengan lapang dada, hati yg mulia dan tenang, akal pikiran yg sehat dan jernih, tanpa kebencian dan emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat menuju kembali kepada Allah.

    Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
    1. Koreksi total, progresif dan revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak otoritas gereja dan umatnya);
    2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
    3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

  4. Rusli Rachman // February 19, 2015 at 2:32 am // Reply

    Mbak Febiana, cobaan untuk mualaf memang hebat, tetpi kalau sudah dianggap cukup oleh Allah, kamu akan menerima pahala, didunia maupun di akhirat kelak. Jangan berhenti berdoa kepada Allah, Allah menjanjikan akan mengabulkan orang mukmin yang berdoa. Ada yang dikabulkan di dunia, ada yang ditunda Allah untuk kelak di akhirat, ada pula yang digantikan Allah dengan dihindarinya kita dari musibah. Semoga Allah memberkati kehidupan keluarga mbak Febiana, amin !

  5. tengku tino // March 23, 2015 at 4:37 am // Reply

    Allah Swt berfirman:

    وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

    “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

    وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

    “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

    إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ

    “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” (QS. Muhammad 36)

    اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

    ‘Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…” (QS. Al Hadid 20)

    Keempat ayat di atas meskipun secara redaksional berbeda-beda, namun mengandung pesan yang sama, yakni penegasan sekaligus peringatan Allah Swt kepada para hambanya tentang hakikat kehidupan dunia agar manusia bisa memiliki pandangan yang jernih dan tepat tentang kehidupan dunia sehingga dapat mengambil sikap yang tepat dalam kehidupan dunia yang cuma sekali ini.

    Pada ayat pertama, Allah Swt menggunakan lafazh “ma”..”illa”, yang merupakan alat pembatas (adlatul hasr) untuk membatasi hakikat kehidupan ini. Dalam tafsir Jalalain, kehidupan dunia dalam ayat itu maksudnya adalah “kesibukan dunia”. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan “umumnya atau kebanyakannya” kehidupan manusia di dunia itu tidak lain hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Sedangkan “daarul akhirat” menurut Imam Jalalain adalah surga yang tentunya lebih baik dari pada kesenangan kehidupan dunia bagi orang-orang yang bertakwa (yattaquun). Imam Jalalain mengatakan penggunaan huruf “ta” dalam lafazh “ta’qiluun” setelah huruf “ya” pada lafazh yataquun memiliki pengertian dorongan agar beriman adanya kehidupan akhirat yang hakikatnya lebih baik itu.kepada Allah adalah surga yang tentunya lebih baik.

    Pada ayat kedua Allah membatasi hakikat kehidupan dunia dengan lafazh yang sama dengan “maa” ….”illa”, hanya ada tambahan lafazh Hadzihi. Kehidupan dunia ini tidak lain merupakan senda gurau dan main-main belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa dalam ayat ini Allah Swt mengabarkan kepada kita tentang rendah dan hinanya kehidupan dunia serta tujuan-tujuan yang ada dalam aktivitas kehidupan itu hanyalah sekedar aktivitas senda gurau dan permainan belaka. Kehidupan dunia itu sementara dan ada akhirnya. Sekaligus Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sejati dan abadi. Ayat itu ditutup dengan kalimat “lau kaanuu ya’lamuun”, kalau mereka mengetahuinya. Menurut Ibnu Katsir, sekiranya mereka mengetahuinya tentulah mereka lebih mengutamakan yang kekal dari pada yang sementara ini. Kata Imam Jalalain, kalau mereka tahu, tentunya mereka tidak akan memiliki dunia dan meninggalkan aktivitas dunia seperti itu.

    Pada ayat ketiga Allah Swt menggunakan pembatan “innama” (hanyalah) untuk merendahkan urusan-urasan dunia dengan mengatakan bahwa hasil atau kesimpulan sema aktivitas dunia itu tidak lain hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Imam Ibnu Katsir mengatakan hal itu berlaku bagi semua kegiatan manusia di dunia dengan kekecualian, yakni kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencari keridloaan Allah Swt. Kekecualian ini nampak dalam lanjutan ayat tersebut : “Jika kalian beriman dan bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepada kalian.” Artinya, segala aktivitas yang dibangun atas daasar keimanan –termasuk iman kepada akhirat–, dan ketakwaan –sesuai dengan syari’at Allah–, dan dalam rangka mencari keridloan Allah itu tidak termasuk dalam kehidupan hina. Allah menegaskan bahwa diri-Nya Maha Kaya, yakni tidak meminta harta manusia sedikitpun. Dia hanya mewajibkan zakat dan menganjurkan shadakoh agar diberikan kepada saudara mereka yang faqir – miskin yang ini manfaatnya pun akan kembali kepada pemberi harta itu.

    Sedangkan pada ayat keempat Allah Swt menggunakan pembatas “annamaa” (hanyalah) utnuk menyatakan kerendahan dan kehinaan dunia. Kehidupan yang hanya dipenuhi dengan permainan dan senda gurau yang melalaikan belaka. Lebih jelas lagi Allah Swt menambahkan bahwa dalam kehidupan seperti itu biasanya dipenuhi dengan perhiasan, bermegah-megah, dan berbangga-banggaan harta dan anak belaka. Kesibukan manusia hanya diseputar aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan itu. Mereka pun lalai bahwa tujuan diciptakan manusia dan jin di dunia ini hanyalah untuk beribadah, sebagaimana firman-Nya dalam surat Adz Dzariat :56 : “wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’buduuni.” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. Mereka lalai dalam kesibukan itu.
    (Dikutip dari suara-islam.com)

    Yakinlah Bu Febiana.. Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat kita apalagi bagi hamba-nya yang bertaqwa.
    Semoga Allah selalu melindungi dan menyayangi ibu Febiana. Aamiinn…

  6. Yayat Ruhiyat // April 14, 2015 at 2:59 am // Reply

    Inilah Iman yg Sejati…Inilah Hidayah yg Agung..
    Ya Allah…berilah kekuatan Iman kami semua..berilah kekuatan Iman saudarariku ini. Jadikan dia permata yg indah dimata Engkau..Yaa Robb.
    Berikan Hidayah dan Taufiq kpd kami semua..berikan juga Hidayah dan Taufiq-Mu kpd saudara2 kami yg sdg mencari kebenaran…Amin

  7. Menyelesaikan masalahtanpa solusi // May 11, 2015 at 3:07 pm // Reply

    Pilihan mu sdh tepat memilih Islam dan saya jg keturunan muallaf pd tahun 1928.Saya org Batak dan Marga saya Pangaribuan yg berasal dari laguboti sumatera utara.

  8. Mahmud Yunus // July 4, 2015 at 11:21 pm // Reply

    Saya salut pada perjuangan sdr Febi dalam menyelamatkan keislaman di hatinya bersama puteranya, semoga Allah membalas kebaikan dan kekuatanya dengan melimpahkan rizki di dunia dan akheratnya, memang untuk mencapai surga anda di uji begitu berat karena jauhnya anda dengan Allah sangat Allah lama berbeda dengan anak-anak Islam sejak lahir bahkan ketika masih daalam kandungan Allah telah menyatakan Dialah yang patut disembah dan roh kita menerimanya….anak-anak muslim sejak lahir sudah didengarkan adzar (panggilan orang untukmenemui Allah/shalat) dan anda tidak mengalami itu, ibaratnya kekotoran kekafiran itu telah begitu tebalnya,dalam upaya membersihkan dan mengembalikan fitrah iman itu anda di uji dengan ujian yang berat, maka bersabarlah,tetapkanlah dalam Islam. Tidak ada yang sulit bagi Allah ….dan anda sudah pas sesuai ajaran Allah yakni ketika anda hijrah rohani dan hijrah fisik itu adalah solusi terbaik dan jangan dekati lagi mereka,sikap anda pada orang tua hanya do’akan agar Allah memberi hidayah pada mereka cuma itu tapi kalau tetap memilih dengan kekafirannya biarkan saja, Rasulullah Muhammad SAW sendiri tidak bisa menyadarkan pamannya yang telah membesarkannya sejak beliau berusia 8 tahun sekalipun anak-anak pamannya itu sudah memeluk Islam.
    Saya sebagai Muslim hanya ikut berdo’a semoga anda bersama keluarga bahagia dalam islam……soal dunia itu relatif, yang penting biarkan hati ini tenang bersama Allah dan Rasulnya.

  9. kardi yasmudi // July 9, 2015 at 9:09 am // Reply

    Semoga Alloh memberi kekuatan iman yang telah tertanam dalam lubuk mba Feby dan memberikan hidayah kepada kedua orang tua mba Feby.
    amin

  10. Ini hanya sharing saja ya tdk ada maksud lain, Saya bersyukur bahwa Isa Almasih (Yesus) yang saya kenal tidak memusingkan soal natal, bagai mana cara beribadah kemana posisi saya hrs menghadap disaat berdoa tidak harus pergi ke tanah suci dan Isa Almasih tidak meminta kepada murid2Nya utk melakukan ritual2 khusus yang diwajibkan spt dalam islam utk menyenangkan Dia dan demi keselamatan … saya melihat banyak orang kristen pun tdk paham soal natal tetapi banyak dari mereka pun tidak fokus bahwa Isa almasih lahir di bulan desember atau tgl 25 des itu hari penting atau suci dan ya natal tdk ditulis di dalam alkitab saya setuju tdk disebut. tetapi yang pasti di alkitab di tulis Isa Almasih berjanji menyediakan byk tempat di rumah Bapa utk orang2 yang mengasihi Dia, saya tahu Isa Almasih mati dan bangkit buat saya karena tidak ada nabi di dunia ini yang mau berkorban mati utk pengikutnya dengan menjamin bahwa dengan percaya dia akan selamat satu hal lagi Isa Almasih tidak memaksa orang ikut Dia klo sampai ada penginjil menggunakan cara2 yang salah (menipu) itu urusannya dengan Allah sendiri tetapi saya ragu jika seorang yang mengaku penginjil dan menjerat org utk masuk kristen hanya dengan indomi … karena pada akhirnya pun sia2 bukan menjadi berkah. Dalam Isa Almasih ada jalan keselamat dan Dia berani menyatakannya.

  11. sy juga hampir tertipu, inkarnasi ke bumi dengan cara membunuh putraNya adalah contoh yang sangat sadis dan kotor yang tak mungkin dilakukan oleh tuhan yang maha suci, pengorbanan ala salibis ini adalah ide iblis

  12. Ya Allah, muliakan saudaraku ini
    tinggikan derajatnya
    serta kuatkan imannya

  13. Sholat adalah perjumpaan dg antara hamba dan tuhannya. Ua bukan hy kewajiban namun keindahan tiada tara seperti halnya kekasih bertemu dg tambatan hatinya. Bahkan lebih dr itu.Sholat adalah kenikmatan jiwa. Semua kaum muslimin sedunia mendukungmu wahaib febi.salam haru dan juang

  14. Assalammualaikum mba febi..Semoga Allah SWT memberikan kekuatan,ketabahan,Keislaman yang kuat untuk mba febi dan putranya.suami saya jg seorang Mualaf dan banyak dberikan ujian yang luar biasa oleh Allah.tapi semua ujian itu adalah untuk memperkuat keimanan dalam Islam.yakinlah bahwa Allah akan selalu menyertai kita selama kita selalu mendekat padaNya.

  15. Subhanalloh, salut buat mbak Febi yg telah mendapat hidayah serta cobaan dari Allah SWT demi keteguhan iman, Yakinlah bahwa Tuhan itu ESA, tidak beranak dan tidak pula diperanakan (Al-ikhlas),

  16. Frizal Musyafar // November 26, 2015 at 7:21 pm // Reply

    Subhanallah.. Merasa malu dengan suadara saudari ku yang mualaf.. Mereka berjihad dengan sungguh2.. Sedangkan saya belum berbuat apa apa untuk Islam..

  17. Ista,.. semoga tetep istiqomah ya… merinding kakak denger kisahmu

  18. Hidayah itu hrus d cari bukan menunggu…sy pun yg islam slalu mncari hidayah..agar bisa selalu merasakan manisnya iman & islam..tetap istiqomah mba Febi..amiin yra

  19. Tetap istiqomah ya mbak

  20. Dzulqarnain // July 27, 2016 at 10:27 pm // Reply

    Sesungguhnya konsep trinitas itu cuma hoax alias tdk pernah ada sebelumnya. Apakah nabi Isa pernah mengatakan bahwa dirinya beserta ibunya itu tuhan? Apakah nabi Isa pernah mengatakan klo dirinya itu kristen & org yg mengikutinya adl org kristen? Jawabannya adl sangat tdk mungkin krn istilah kristen & trinitas baru ada setelah nabi Isa diangkat ke langit. Dgn kta lain kristen bukan nama dr ajaran yg dibawa oleh nabi Isa krn nabi Isa justru membawa ajaran tauhid yaitu Islam titik!

  21. Syukur kerna menerima hidayah.

    Ini laman web pak Shahil. Silakan berbahagi ilmu.

  22. Natal bukan untuk merayakan hari ulang tahun Yesus, tapi untuk mengenangkan peristiwa kelahiran Yesus. Yesus adalah wujudnyata kebaikan dan kerahiman Allah yang tak terbatas atas manusia dan semua ciptaan.

  23. Masya Allah semoga ibu Febi dan sekeluarga bisa istiqomah dalam islam yang Kaffah….

  24. SubhanAllah..! Semoga selalu diberi kekuatan ya Mbak,
    Semoga mbak sekeluarga selalu dalam ridho Allah.
    Dan semoga keluarga ortu mbak segera mendapat hidayah dari Allah SWT.

    Stay strong and Stroger, Sis !

  25. AEP SAEPUDIN // April 6, 2017 at 4:06 am // Reply

    AKAU TAK TAHAN MENAHAN AIR MATA ATAS KEGIGIHAN SAUDARIKU MEMEPERTAHANKAN AQIDAH YANG BENAR SAYA HANYA BISA BERDO’A SEMOGA ALLOH MENGUATKAN IMAN KITA JANGAN KECIL HATI PASTI ALLOH BALAS SEMUA PENGORBANANMU YA AKHI

  26. Allahuakbar…merinding mendengar ceritanya..semoga allah memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap istiqomah

  27. ALLAHU AKBAR…MBA FEBI SANGAT LUAR BIASA..
    SMOGA ALLAH MEMBERI HADIAH SYURGA UTK ORANG2 YG GIGIH SEPERTI MBA FEBI…AMIIIIN.
    TETAP SEMANGAT YA MBA FEBI..
    SMOGA DI BERI KEBAHAGIAAN DAN KESUKSESAN LAHIR BATIN DUNIA DAN AKHIRAT.
    AMIN

Leave a comment

Your email address will not be published.


*